Ditandai dengan pertempuran jarak dekat dan serangan langsung terhadap warga sipil lewat serangan udara, sering dianggap sebagai yang terbesar dan pertempuran paling berdarah dalam sejarah peperangan.[11] Kerugian besar yang diderita Wehrmacht Jerman membuatnya bisa dibilang yang paling strategis dalam menentukan pertempuran di keseluruhan perang.[12] Ini adalah titik balik dalam panggung Perang Dunia II di Eropa.; Pasukan Jerman tidak pernah berinisiatif kembali di Timur dan menarik kekuatan militer yang luas dari Barat untuk menggantikan kerugian mereka.[13]
Serangan Jerman untuk menaklukan Stalingrad dimulai pada akhir musim panas tahun 1942, menggunakan Tentara Keenam Jerman dan unsur Panzer Tentara ke empat. Serangan itu didukung dengan pengeboman intensif oleh Luftwaffe yang meluluhkan banyak kota menjadi puing-puing. Pertempuran berubah menjadi pertempuran bangunan ke bangunan, dan kedua belah pihak saling menuangkan bala bantuan ke kota. Pada pertengahan November 1942, Jerman telah mendorong pembela Soviet kembali dengan biaya besar, menjadi zona sempit yang umumnya di sepanjang tepi barat Sungai Volga.
Pada tanggal 19 November 1942, Tentara Merah meluncurkan Operasi Uranus, serangan dua arah menargetkan pasukan kecil Rumania dan Hungaria yang melindungi Angkatan Darat Jerman ke-6.[14] Pasukan Poros di sisi-sisi yang diserbu dan tentara ke-6 terputus dan terkepung di daerah Stalingrad. Adolf Hitler memerintahkan tentara tinggal di Stalingrad dan tidak berusaha untuk keluar; sebaliknya, upaya dilakukan dengan memasok tentara melalui udara dan untuk memecahkan pengepungan dari luar. Pertempuran sengit berlangsung selama dua bulan. Pada awal Februari 1943, pasukan Poros di Stalingrad telah kehabisan amunisi dan makanan. Unsur-unsur yang tersisa dari Tentara Keenam Jerman menyerah.[15] Pertempuran berlangsung lima bulan, satu minggu, dan tiga hari.
Latar Belakang
Pada bulan Juni 1942, Tentara Jerman (Wehrmacht) melancarkan kampanye musim panas kedua mereka terhadap Uni Soviet, yang disebut Operation Blau (Operasi Biru). Sebelumnya dalam operasi Barbarossa[16] Wehrmacht dihalau di pintu gerbang Moskow pada musim dingin 1941-1942. Operasi Biru diarahkan ke Rusia selatan dengan tujuan merebut ladang minyak di Baku, Azerbaijan, dan Grozny, Checnya. Pasukan penyerbu Jerman dibagi dua kekuatan, Grup Tentara A menyerbu pegunungan Kaukasus dan Grup Tentara B menuju sungai Volga dan kota Stalingrad.Pentingnya Stalingrad
Pada mulanya, Tentara Merah Soviet memilih untuk bergerak mundur guna membuat jalur logistik pasukan Jerman keteteran dengan memanfaatkan luasnya wilayah Uni Soviet. Gerak mundur pasukan Soviet juga terjadi akibat kegagalan mereka dalam membuat garis pertahanan yang baru akibat cepatnya gerak maju pasukan Jerman. Tiba-tiba, pasukan Soviet yang sedang mundur diperintahkan Stalin untuk bertahan di Stalingrad, yang secara harfiah berarti "kota Stalin". Selain karena menyandang nama Stalin, kota Stalingrad juga penting karena merupakan kota industri terbesar di tepi sungai Volga (jalur transportasi penting ke Laut Kaspia). Jatuhnya Stalingrad ke tangan Jerman akan memudahkan gerak maju pasukan Jerman menuju Kaukasus, yang memiliki cadangan minyak besar dan akan membuat Amerika kesulitan mengirim bantuan menuju Uni Soviet melalui Koridor Persia yang terletak di tepi Laut Kaspia.Jalannya pertempuran
Menurut perkiraan, sekitar empat puluh ribu tentara dari kedua belah pihak terbunuh dalam setiap harinya. Fuhrer Adolf Hitler memerintahkan pasukannya agar dalam kondisi apapun, kota Stalingrad harus direbut. Akibatnya pasukan Jerman bertempur mati-matian untuk merebut kota tersebut. Namun, rakyat dan tentara di kota Stalingrad juga melakukan perlawanan yang sangat kuat sehingga pasukan Nazi dapat dihadang.Sementara pasukannya bertempur mati-matian di Stalingrad, Komando Tertinggi Jerman tidak menyadari bahwa Stalin telah mengumpulkan bala bantuan untuk menghancurkan pasukan Jerman dalam suatu kampanye musim dingin. Serangan balasan Uni Soviet dilancarkan pada bulan November 1942 ketika salju mulai turun. Serangan tersebut dengan cepat menggulung pasukan Italia, Rumania, dan Hungaria yang melindungi garis belakang Angkatan Darat ke-6 Jerman. Akibatnya, pasukan Jerman yang beroperasi di Stalingrad terkepung.
Sebenarnya, Jerman memiliki kesempatan besar untuk menarik mundur pasukannya sebelum Tentara Merah menyelesaikan kepungannya. Akan tetapi, Hitler bersikeras agar pasukannya tetap bertahan di Stalingrad dan memerintahkan Luftwaffe (Angkatan Udara Jerman) untuk mengirimkan perbekalan bagi mereka. Akan tetapi, Soviet telah menambah jumlah meriam anti-pesawat yang berada di sekitar Stalingrad yang menyebabkan banyak pesawat Luftwaffe tertembak jatuh saat berusaha mengirimkan perbekalan untuk pasukan Jerman yang berada di dalam Stalingrad.
Suatu usaha lain untuk membebaskan pasukan Jerman yang terkepung dilakukan dengan mengirimkan Tentara Grup Don pimpinan Marsekal Erich von Manstein, salah seorang ahli strategi Jerman yang cemerlang. Akan tetapi, serangan tersebut berhasil dihentikan oleh bala bantuan Soviet yang masih segar di Kotelnikovo. Akhirnya, ketika dihadapkan pada kemungkinan terkepung, von Manstein menarik mundur pasukannya dan meninggalkan rekan-rekannya di Stalingrad menunggu nasib.
Pada tanggal 30 Januari 1943, Tentara Merah dibawah pimpinan Marsekal Georgy Zhukov melancarkan serangan umum ke Stalingrad dan dengan cepat menggulung pasukan Poros yang sudah kelelahan dan menderita kelaparan dan penyakit. Dua hari kemudian, Marsekal Friedrich von Paulus dan 90.000 prajuritnya yang tersisa menyerah.
Para sejarawan menilai, kekalahan Jerman di Stalingrad merupakan awal dari kejatuhan Nazi. Hingga kini pertempuran ini dianggap sebagai pertempuran terbesar dan paling berdarah dalam sejarah manusia. Jumlah korban jiwa diperkirakan mencapai 3 juta jiwa.battle of stalingrad
| Pertempuran Stalingrad | |||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Bagian dari Front Timur dari Perang Dunia II | |||||||
Tentara Jerman digiring ke kamp tawanan Soviet, melewati reruntuhan gudang beras di Stalingrad, Februari 1943 |
|||||||
|
|||||||
| Pihak terlibat | |||||||
| Tokoh dan pemimpin | |||||||
| Kekuatan | |||||||
| Grup Tentara B: Tentara Keenam Jerman (POW) Grup Panser Keempat Jerman Tentara Ketiga Rumania Tentara Keempat Rumania Tentara Kedelapan Italia Tentara Kedua Hungaria Rincian: 270.000 orang 3.000 artileri 500 tank 600 pesawat, 1.600 (pertengahan September, Luftflotte 4)[3][4] Pada saat serangan balik Soviet: 1.011.000 orang 10.250 artileri 675 tank 732 (402 operasional) pesawat[3][5] |
Front Stalingrad Front Barat Daya Front Don Rincian: 187.000 orang 2.200 artileri 400 tank 300 pesawat[4] Pada saat serangan balik Soviet: 1.103.000 orang 15.501 artileri 1.463 tank 1.115 pesawat[3] |
||||||
| Korban | |||||||
| 750,000 terbunuh atau terluka 91.000 tertangkap Pesawat: 900 (termasuk 274 pengangkut dan 165 bomber digunakan sebagai pesawat angkut)[4] Total: 841,000 korban |
478.741 terbunuh atau hilang 650.878 terluka dan sakit 40.000+ warga sipil terbunuh 4.341 tank 15.728 senjata dan mortir 2.769 pesawat tempur [6] Total: 1.129.619 korban |
||||||
| 1 Pertempuran Stalingrad: Kemenangan Soviet, lebih 11.000 pasukan Poros melanjutkan pertempuran sampai awal Maret 1943. | |||||||